Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) merupakan salah satu perguruan tinggi yang dikenal memiliki kegiatan akademik dan non-akademik yang beragam. Kegiatan akademik di UCY tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik.
Rektor UCY, Prof. Dr. Slamet Widodo, dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa kegiatan akademik di UCY dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang holistik kepada mahasiswa. “Kami percaya bahwa pendidikan harus mencakup aspek akademik dan non-akademik agar mahasiswa dapat berkembang secara menyeluruh,” ujarnya.
Salah satu contoh kegiatan akademik yang mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik di UCY adalah program kelas inspirasi. Program ini mengundang pembicara dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar dari buku teks, tetapi juga mendapatkan wawasan dari praktisi yang berpengalaman.
Selain kegiatan akademik, kegiatan non-akademik juga memiliki peran penting dalam pengembangan mahasiswa secara holistik. Dr. Retno Wulandari, Ketua Bidang Kemahasiswaan UCY, menyatakan bahwa kegiatan non-akademik seperti organisasi kemahasiswaan, kegiatan sosial, dan olahraga juga dapat membantu mahasiswa mengembangkan soft skill yang diperlukan di dunia kerja.
Menurut Prof. Dr. Budi Santoso, seorang pakar pendidikan, pengembangan mahasiswa secara holistik merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menciptakan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi. “Mahasiswa yang memiliki pengalaman belajar yang holistik akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan,” katanya.
Dengan adanya kegiatan akademik dan non-akademik yang mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik di UCY, diharapkan lulusan dari perguruan tinggi ini dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Seperti yang dikatakan oleh Mahatma Gandhi, “Pendidikan yang hanya fokus pada akal budi tanpa memperhatikan pengembangan karakter dan kepribadian tidak akan mampu menciptakan pemimpin yang sesungguhnya.”